GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia)

LATAR BELAKANG Populasi penduduk Indonesia lebih kurang 220.000.000 (tahun 2000). Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, berideologi Pancasila dan berlandaskan UUD 1945. prosentasi populasi penyandang cacat cukup besar seiring pertambahan penduduk setiap tahun. Jumlah penyandang tunarungu (bisu-tuli dan kurang mendengar) dari usia balita hingga lansia lebih kurang 6.000.000 orang. Sejak tahun 1960-an segelintir penyandang tunarungu alumni SLB-B Bandung dan Wonosobo memelopori mendirikan perkumpulan tunarungu di Bandung. Jumlah anggotanya masih relatif sedikit. Ketika itu penyandang tunarungu yang bersekolah sangat sedikit. Terbentuk perkumpulan berdasarkan senasib memperjuangkan hak-hak umum belum menyadari eksistensi komunitas tunarungu di Indonesia pun berhak menuntut peningkatan kesejahteraan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Nama perkumpulan pertama kali: AMKTRI (Angkatan Muda Kaum Tuli Indonesia) di Bandung, Jawa Barat. Kemudian diganti nama lain: GERKATIN (Gerakan Kaum Tuli Indonesia ) di Bandung dan di Jakarta, tahun 1966. Kemudian muncul perkumpulan tunarungu yang lain di beberapa kota besar yaitu di Yogyakarta, Persatuan Tunarungu Yogyakarta (PERTRY) tahun 1974 kemudian diganti Perhimpunan Tunarungu Indonesia (PERTRI) tahun 1980. Di Semarang, Persatuan Tuna Rungu Semarang (PTRS) tahun 1976; dan di Surabaya, Persatuan Kaum Tunarungu (PEKATUR) tahun 1979. Konon mereka tidak tahu menahu adanya beberapa perkumpulan itu karena tidak pernah beredar informasi, dulu belum ada aksesibilitas sarana komunikasi untuk penyandang tunarungu Hanya berbekal ijazah SLB-B sederajat SD, tidak diperkenankan melanjutkan ke sekolah umum dan kesulitan memperoleh pekerjaan yang layak karena faktor kecacatannya. Hal itulah menjadi tantangan besar yang mesti dihadapi dengan keberanian. Dalam dunia sunyi, para tunarungu berjuang melawan kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan dalam persaingan keras di tengah masyarakat umum yang majemuk berlapis-lapis status sosialnya, ruang geraknya sangat terbatas dan sempit sehingga para tunarungu "terpinggir". Dengan susah payah bertatih-tatih menggeluti pendidikan hingga berhasil menggapai gelar kesarjanaan. Sejak itu hingga saat ini telah berkembang pesat alumni SLB-B di Indonesia telah mampu mengenyam pendidikan terpadu di sekolah menengah umum dan perguruan tinggi. Namun itu belum cukup karena mereka itu pada umumnya berasal dari keluarga golongan menengah ke atas sementara masih meluas golongan miskin tidak mampu bersaing. Untuk berprestasi apapun mesti melalui persaingan keras padahal di negeri ini aksesibilitas sarana komunikasi kurang memadai. Demi tercapai cita-cita perjuangan dan persatuan tunarungu Indonesia, diadakanlah KONGRES NASIONAL I, tanggal 21-23 February 1981 bertepatan tahun internasional cacat dengan agenda utama: mempersatukan perkumpulan tunarungu dalam satu nama, satu lambang dan satu wadah tingkat nasional. Maka tiada lagi nama perkumpulan tunarungu bersifat kedaerahannya. Adapun keputusan kongres nasional I, sbb: 1. Nama organisasi baru: gerakan untuk kesejahteraan tunarungu Indonesia (GERKATIN) 2. Gerkatin pusat bertempat di ibu kota RI 3. Pendiri organisasi baru GERKATIN adalah 4 (empat) perkumpulan tunarungu Bandung, Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya 4. Perkumpulan-perkumpulan itu secara otomatis adalah GERKATIN Cabang tingkat propinsi 5. GERKATIN adalah organisasi tunarungu tingkat nasional satu-satunya di Indonesia, berasas Pancasila, berlandaskan UUD 1945 dan tidak terikat organisasi politik apapun. 6. Ditetapkan satu lambang GERKATIN (lihat bidang: organisasi) Diterangkan bahwa kata "gerakan" bukan beraliran politik melainkan makna perjuangan dengan gerak jiwa para penyandang tunarungu Indonesia dan merupakan wadah perjuangannya.
Visi dan Misi
Visi: Dalam dunia kesunyian dan keterbatasan ruang gerak karena penderitaan cacat ketulian, melalui organisasi Gerkatin, para anggota tunarungu berjuang melawan kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, serta ketertinggalan dalam perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat umum untuk menjadi manusia yang mandiri serta berguna bagi nusa dan bangsa Indonesia. Misi: " Meningkatkan kesejahteraan sosial penyandang tunarungu wicara. " Menggali potensi dan meningkatkan SDM tunarungu sebagai subyek pembangun. " Memperkuatkan jaringan kerja sama dengan bada sosial yang menangani penyandang tunarungu baik di dalam negeri maupun luar negeri. " Berperan aktif sebagai mitra pemerintah Indonesia dalam program pengembangan kesejahteraan sosial tunarungu wicara di negeri Indonesia. " Mengembangkan kemandirian selaku WNI yang bertanggung jawab.
Fungsi
" Menghimpun penyandang tunarungu wicara se-Indonesia tanpa pandang tingkat pendidikannya berusia 17 ke atas. " Sebagai mitra kerja pemerintah Indonesia dan badan sosial yang menangani kesejahteraan sosial khusus tunarungu wicara. " Sebagai wadah komunikasi horizontal bagi seluruh anggota guna memperoleh pertukaran informasi dan pengalaman. " Sebagai sarana pendidikan mentalitas bagi seluruh anggota dan pengurus tunarungu dalam kegiatan berorganisasi.
Program
Program: " Proyek standardisasi Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) untuk pembuatan buku pengantar bahasa isyarat sebagai .pedoman pelatihan penerjermahan bahasa isyarat bagi umum (orang normal pendengar) yang berminat membantu penyandang tunarungu berkomunikasi. Menasionalkan kosa isyarat dari berbagai daerah se Indonesia untuk menjadi sate system isyarat konseptual dalam pencetakan buku kamus besar BISINDO. " Penyiaran bahasa isyarat Indonesia system konseptual melalui TVRI. " Kursus bahasa isyarat Indonesia dan bahasa isyarat internasional untuk umum. " Rapat kerja Nasional GERKATIN ke 1. " Pelatihan kepemimpinan untuk pengurus GERKATIN tingkat daerah. " Menerbitkan tabloid Warta GERKATIN. " Mengirim delegasi GERKATIN mewakili Indonesia pada 17'' WFD RS A/P Representatives Meeting di Shanghai China, 19 21 September 2005, ke Macau bulan Desember 2006 dan 15th WFD World Congress di Spanyol bulan Juli 2007. " Mengirim delegasi GERKATIN seksi kepemudaan pada 3rd WFD Asia. Pacific Deaf Youth di Miyaki-Japan, 30 Oktober 5 Nopember 2005.

GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia)
Pusat Rehabilitasi Cacat Dep. Han Jl. R.C. Veteran No.178, Bintaro (kode pos: 12330)
(021) 73881842
(021) 73881842
iawd1981@yahoo.com